Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

CLBK ala Bung Roma

"Menulis adalah proses curhat atas banyaknya 
tanggung jawab"

Kalimat yang sederhana, namun penuh makna. Itulah sebaris ucapan yang saya ingat dari Narasumber ketika kuliah menulis di Kelas Menulis Om Jay (Senin, 10 Agustus 2020).
Kuliah Menulis pertemuan ke-4 kali ini diisi seorang putra dari Tana Toraja, anak kampung yang sudah berhasil menerbitkan bukunya "Digital Transformation". Terlahir dengan nama lengkap Yulius Roma Patandean, S.Pd, seorang guru inovator kelahiran 6 Juli 1984 merupakan seorang Guru Bahasa Inggris di UPT SMAN 5 Tana Toraja sejak tahun 2015 hingga sekarang.
Berbagai kegiatan telah diikuti beliau, diantaranya.
  1. Juri pada Lomba Debat bahasa Inggris tingkat SMA.
  2. Juri Lomba Story Telling tingkat SMP di Kabupaten Tana Toraja.
  3. Dosen tidak tetap di Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Indonesia Toraja.
  4. Tutor di Universitas Terbuka.
  5. Fasilitator Belajar di Yayasan Terampil Indonesia.
  6. Wakil Sekretaris PGRI Kabupaten Tana Toraja.
  7. Sekretaris Perwakilan YPLP PGRI Kabupaten Tana Toraja.
Selain aktif diberagam kegiatan, beliau juga menorehkan prestasi.
  1. Guru berprestasi tingkat SMA Kabupaten Tana Toraja Tahun 2016.
  2. Medali Perunggu Lomba Kreatifitas Guru PORSENI PGRI Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2017.
Belajar dari sebuah pengalaman dari berbagai kegiatan yang beliau lakukan selama menulis, beliau menerapkan metode CLBK.  Istilah CLBK mungkin tidak asing bagi siapa saja, apalagi untuk generasi milenial mungkin CLBK itu "Cinta Lama Bersemi Kembali", sebagai kisah romansa bagi dua sejoli. Namun bagi bung Roma, CLBK bukanlah sebatas kisah romanda, namun punya prinsip tersendiri. Istilah CLBK digunakan beliau untuk memberikan motivasi dan memacu diri sendiri untuk melakukan hal positif dalam kegiatan menulis.
CLBK versi beliau adalah singkatan dari: COBA, LAKUKAN, BUDAYAKAN dan KONSISTEN
Dengan frasa CLBK tersebut, bung Roma memaknainya sebagai berikut:

COBA

Tak ada satu pun usaha yang berhasil jika tidak mencobanya lebih dahulu. Setiap tawaran pekerjaan dan amanah yang diberikan ke saya, saya jarang menolaknya selama ada kaintannya dengan dunia mengajar. Sama halnya dengan menulis, memulainya kadang susah, terutama dalam membangun ide lalu mencurahkannya kalimat demi kalimat. Mencoba berulang-ulang akan melatih kita memproduksi untaian kata-kata yang menghasilkan kalimat bermakna.

LAKUKAN

Ketika sudah mencoba, maka keunikan dari tulisan itu akan dirasakan dan ditemukan. Untuk itu, lakukanlah agar ide tersebut tidak mengendap seiring berlalunya waktu. Jika pada saat itu ada kendala berhenti menulis, maka saat itu juga semangat menulis pun ikut berhenti. Jadi hingga kini beliau memaksa diri tetap menulis. Menulis apa saja dan harus ada sesuatu yang tersimpan di draft tulisan blog dalam laptopnya.
Jika tertarik akan tulisan beliau, kita bisa mengunjungi blog beliau dengan mengklik tautan:

BUDAYAKAN
Menulis harus menjadi budaya bersama. Menjadi bagian dari cara hidup dan tidak terpisahkan dalam kehidupan. Budayakan selalu menulis, sehingga menjadi panggilan beraktifitas setiap hari.
>> Jadikan menulis sebagai budaya menorehkan ide-ide yang bergejolak, sehingga apa yang ada dipikiran tidak hilang (Jo S).

KONSISTEN
Tak ada karya yang terselesaikan dengan baik tanpa konsistensi. Konsisten dalam menulis adalah misi untuk mencapai visi seorang penulis, yakni menghasilkan sebuah karya tulisan yang bisa memberi inspirasi bagi banyak orang. Bagaimana cara saya konsisten? Memaksa menulis setiap hari, minimal menulis tugas untuk siswa di blog atau upload gambar. Selain itu, saya aktif membeli buku secara online. Jika saya kesulitan mengembangkan ide, maka saya cari bukunya di OLSHOP.
>>Dalam menulis memang dibutuhkan konsistensi sebagai bekal kita bahwa menulis bukanlah sesuatu hal yang sepele, tetapi sebagai sesuatu ketika kita mulai, maka harus kita selesaikan hingga akhir (Jo S). 


Berbekal pengalaman CLBK bung Roma, anak kampung ini pun berhasil menerbitkan bukunya bersama Prof. Eko, sama seperti kisah Cikgu Tere. Prof. Eko juga memberikan tantangan kepada beliau untuk berduet menulis buku, dan akhirnya tantangan tersebut diterima. Bung Roma selanjutnya mengumpulkan beragam sumber referensi sebagai penunjang tulisannya hingga pada akhirnya outline tulisan pun selesai dengan judul " Digital Transformation: Berubah untuk Menguasai Dunia", dan semua outline tersebut dibabat habis,alias diterima seluruhnya oleh Prof. Eko. 
Setelah beberapa hari menunggu, akhirnya Penerbit Andi mengumumkan bahwa, naskah beliau lolos untuk diterbitkan. Wah sebuah kabar yang berbuah manis ya, yang pastinya kita semua ikut merasakan kebahagiaan bung Roma. 
"That's right, sebuah Kado Manis untuk beliau".
Ayoo.. kita juga bisa mengikuti jejak bung Roma.😊

Sinopsis Buku "Digital Transformation"

Source Gambar: klik (Disini)

Sebenarnya buku ini merupakan suatu karya yang hadir dengan maksud membuka pengetahuan betapa pentingnya proses perubahan mindset untuk bertransformasi, mengambil peran, serta memposisikan diri di dalam perubahan teknologi digital yang begitu pesat dalam dunia bisnis dan pendidikan.  Selain hal diatas, buku tersebut juga memberikan gambaran untuk membangun kampus dan sekolah yang cerdas ditinjau dari penggunaan teknologi digital, nature dan budaya, serta cara menerapkan cyber pedagogy dalam proses pembelajaran. Buku tersebut bisa dijadikan referensi untuk para pelaku bisnis, pelaku pendidikan, dosen, kepala sekolah, guru, dan mahasiswa terkait transformasi digital.

Untuk info yang lebih lengkap, buku bung Roma bisa dipesan dengan mengikuti tautan berikut.

Kiat Menulis ala Bung Roma

  • Menulislah setiap hari, minimal satu halaman sebelum tidur.
  • Menuliskan semua apa yang dilihat, karena bisa menjadi tulisan bersambung dan utuh menjadi tulisan yang bermakna.
  • Membuat skala prioritas, pekerjaan mana yang paling mendesak untuk diselesaikan hari itu juga.

Pesan Bung Roma

  • Janganlah takut untuk CLBK, namun nikmatilah prosesnya dan senantiasa bersyukur dari setiap hasil yang diterima. Jangan lelah untuk Coba, Lakukan, Budayakan dan Konsisten dalam menulis.
  • Bangun komitmen, semangat dan motivasi diri sendiri bahwa ada hasil yang akan dicapai dalam proses menulis.
  • Setiap usaha kita, pastinya akan bermuara pada hasil yang optimal mana kala kita senantiasa mau belajar, membangun komitmen dan memotivasi diri. 

Akhir kata, nikmatilah proses menulis.
"Menulislah sebagai proses kehadiran kita untuk membawa kabar baik tentang ilmu kehidupan. Karena apapun yang kita tulis pastinya ada hubungannya dengan proses hidup."

Salam,
Ayo Menulis bareng Penulis Hebat.
Bang Regar
Bang Regar Mentor - Educator - Writer

12 komentar untuk "CLBK ala Bung Roma"

  1. Bagus sekali pak Siregar, lengkap, jelas dan tampilannya juga bagus...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih bu.πŸ™
      Dan sudah berkenan mampir

      Hapus
  2. Bagus resume nya ....siiipp

    Monggo kalo mau mampir ke blog saya

    http://nurhidayati2010.com/clbk-bang-roma-menuai-hasil-yang-amazing/


    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih sudah mampir bu.
      Nuwun.πŸ™

      Siap berkunjung.

      Hapus
  3. Bagus Pk,blog nya mantap
    Bagi ilmu nya Pk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih bu.
      Boleh bu, selagi bisa akan berbagi dgn ibu.

      Hapus
  4. Mantap.keren pak

    BalasHapus
  5. Wow keren.. tampilan blognya menarik sekali

    BalasHapus