Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menulislah...Supaya Tidak Pikun Dini



Sebuah rangkaian kalimat yang pernah saya aduk Menulislah..supaya tidak pikun dini”. Rangkaian kalimat tersebut kini menjadi satu prinsip yang akan terus saya geluti, setelah beberapa kali mengikuti pelatihan menulis sepertinya kini terbiasa menuangkan ide-ide yang selalu bergejolak di pikiran ini akhirnya saya tuangkan ke dalam media online yakni di blog www.mrregar.com. Dalam blog ini, saya tuangkan ide yang berisi konten pembelajaran serta informasi lainnya yang masih berkaitan dengan dunia pendidikan serta hal-hal umum lainnya, namun untuk menuangkan ide ke dalam suatu bahan cetak (buku, novel, puisi dan sebagainya) sepertinya masih kurang berani bahkan kadang tak pasti menemukan solusi yang tepat. 

Berharap supaya ide yang ada di benak tidak padam dengan semangatnya juga, akhirnya saya putuskan untuk mengikuti kegiatan menulis kembali, salah satunya kegiatan menulis bersama bersama Om Jay dan PGRI, dan saya yakini kegiatan ini bisa jadi langkah awal saya memulai dari dasar untuk menelurkan kreativitas yang ada.
Amin…

Kegiatan menulis yang saya ikuti akhirnya resmi dibuka pada Senin, 3 Agustus 2020 melalui WAG yang dibuka oleh Om Jay, dan sebagai narasumber kuliah perdana disampaikan oleh Ibu Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd, seorang pegiat literasi dan penulis berbagai buku, serta moderator Ibu Aam Nurhasanah. Dalam kuliah perdana ini dilaksanakan dari pukul 19.00 – 21.00 WIB.
Berikut sedikit pemaparan profil penulis:
Nama                  : Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd
Tanggal Lahir       : 8 April 1961
Pendidikan Akhir : S-2 Pengkajian Bahasa Inggris
Blog                    : www.srisugiatutipln.com

Ibu Sri Sugiastuti memulai karir menulisnya dimulai ketika usia beliau menjelang setengah abad. Pada tahun 2010 merupakan tahun keberuntungan ketika 2 buah buku beliau terbit, yaitu:

1. SPM Ujian Nasional Bahasa Inggris untuk SMK, terbitan Erlangga.
2. Buku Antologi “Diary Ketika Buah Hati Sakit”.

Selain buku yang terbit tahun 2010, masih banyak lagi karya beliau diantaranya:
3. Novel:
  • Kugelar Sajadah Cinta, terbitan Indie Bentang Pustaka Sioarjo (2013).
  • Deburan Ombak Waktu, terbitan Indie Goresan Pena Cirebon (2013).
  • Tipuan Asmara.
  • Perempuan Terbungkas.
4. Motivasi: Catatan Religi Bu Kanjeng.
5. Buku
  • Buku Parenting ”Seni Mendidik Anak sesuai Tuntunan Islami”, terbitan Mitra Widyacana Jakarta (2013), The Power of Mother’s Prayer, Merawat Harapan, Masuk Surga Karena Anak
  • Buku Keroyokan bersama Kompasianers “25 Kompasianers Merawat Indonesia” (2014).
  • The Stories Cakes For Beloved Moms, terbitan Indie Oksana (2016).
  • The Stories of Wonder Women, terbitan Media Guru (2017).
Selain sebagai penulis buku, beliau juga aktif sebagai pengurus TPQ, Blogger yang aktif di Gurusiana dan Komunitas Sejuta Guru Ngeblog (KSGN), Pegiat Literasi Nusantara dan Duta Bunda Baca Soloraya, serta sebagai seorang pengajar dalam kesehariannya. 
Dengan banyaknya karya tulisan beliau, pastinya sangat memberikan inspirasi bagi siapapun yang ingin menulis, yang pasti satu hal harus kita lakukan yakni niatkan dari awal bahwa menulis harus dinikmati dan sebagai panggilan jiwa, jangan karena sebuah keterpaksaan. Ketika keinginan menulis sangat kuat, tetapi kadang ada saja hal yang menghambat, ada beberapa tips menulis yang disampaikan oleh ibu Sri Sugiastuti yang bisa dicoba oleh siapa saja. 

1. Jadilah seorang Penulis
Ketika hendak menjadi penulis maka kita harus banyak membaca, mencoba menulis, mengirimkan tulisan ke penerbit, dan teruslah menulis seperti kita terus bermimpi.

2. Disiplin Menulis
Dalam menulis, kita harus menerapkan standar berupa kedisplinan supaya apa yang dimulai dapat diselesiakan yaitu dengan cara membuat kerangka tulisan, ada target yang harus dicapai, fokus kepada target, dan berikan reward serta punishment terhadap diri sendiri sebagai stimulus.

3. Langkah-langkah Menulis Buku
Berikut beberapa langkah yang bisa dipakai dalam menulis buku:
  • Tentukan jenis buku.
  • Tentukan tema dan judul tulisan yang harus menarik, tema dan judul harus mampu menggugah para pembaca sehingga tulisan tersebut akan menimbulkan rasa penasaran.
  • Buat kerangka buku dan kembangkan.
  • Baca berulang-ulang dan revisi jika ada kesalahan.
4. Waktu yang Tepat untuk Menulis
    Inilah beberapa waktu yang tepat untuk menulis:
  • Saat senggang atau sedang menunggu.
  • Malam hari sebelum tidur, di saat kondisi tenang dan tidak banyak suara.
  • Pagi hari, disaat kondisi masih fresh.
  • Saat ada ide, ketika punya ide Anda sebaiknya segera menuliskannya sebelum ide itu menguap dan menghilang.
5. Mengikuti Event-event Penulisan
Maraknya event-event kepenulisan pastinya banyak manfaat yang akan kita peroleh ketika mengikutinya, manfaat tersebut diantaranya:
  • Mengasah otak untuk mencari ide.
  • Melatih disiplin menulis.
  • Memperbanyak pengalaman menulis.
  • Memperbanyak karya.
  • Mengenal penulis-penulis lain.
  • Memungkinkan mendapatkan hadiah.
6. Tips dan Cara Mengirimkan Tulisan ke Media Masa
   Langkah ini sebenarnya tahap akhir yang bisa dilakukan ketika tulisan kita selesai dan siap untuk di publikasikan. Berikut tips dan cara mengirimkan tulisan ke media massa.
  • Buat tulisan yang menarik, renyah, dan mudah dipahami.
  • Pilih tulisan yang sesuai temanya dengan waktu.
  • Sesuaikan dengan media masa yang Anda kirimkan.
  • Jangan kirimkan ke banyak media masa sekaligus. Sebaiknya hal ini dihindari, kirim naskah Anda pada satu media masa. Jika ditolak, baru kirim ke media masa yang lainnya.
Sebenarnya masih banyak lagi tips-tips yang disampaikan oleh narasumber dalam kiat menulis, namun menurut saya hal diatas sudah mewakili hal-hal yang perlu dilaksanakan sebagai penulis. Namun ada 1 hal penting lagi yang tidak kalah menarik.

7. Buatlah Pembaca Penasaran
Tips yang satu ini bisa menjadi poin penting disaat tulisan kita sudah di publish, dimana tulisan kita harus mampu memberikan rasa haus akan membaca isi buku tersebut. Tidaklah mudah membuat pembaca penasaran, namun Ibu Kanjeng punya jawaban sendiri untuk hal tersebut. Berikut kutipan jawaban dari beliau.
“Kamu bisa buat pembaca penasaran di akhir bab agar mereka terus membaca buku karya kamu”.

Misalkan, kalimat di akhir bab untuk buku non-fiksi: Itulah beberapa cara untuk selalu berpikir positif. Namun dalam hidup kadang tak lepas dari masalah yang membuat kita lupa untuk berpikir positif. Lalu bagaimana caranya mengubah masalah menjadi peluang? Anda bisa baca di bab berikutnya.

Contoh kalimat di akhir bab untuk buku fiksi: Begitulah hari-hari yang dijalani Mawar, setiap hari ia selalu  dibuli oleh teman-temannya karena ayahnya entah dimana, dan entah siapa. Ibunya tak pernah cerita soal itu, ia kadang menangis dan menjerit dalam hati. Ia berusaha kuat menghadapi penghinaan yang ia terima. Namun sampai kapan ia mampu terus bertahan menghadapi perlakuan teman-temannya yang selalu menyudutkannya? Dan apakah hari-harinya yang kelabu akan berubah?

 Itu untuk membuat pembaca penasaran untuk terus membaca bukumu dari bab ke bab.  
Selain pemberian tips oleh Ibu Kanjeng, disediakan juga sesi ke-2 yaitu Tanya-Jawab, peserta diperkenankan untuk bertanya dan berdiskusi. Nah pada kesempatan tersebut, saya tidak menyia-nyiakan kesempatan yanga ada dan mengajukan pertanyaan kepada narasumber dan akhirnya di acc untuk bertanya dan di jawab (ini jadi kesan tersendiri bagi saya langsung di respon oleh Narasumber Hebat 😊).

Satu hal yang bisa saya simpulkan untuk pertemuan perdana ini adalah… “Teruslah menulis, mulai, dan laksanakan” dan tidak kalah penting adalah bangkitkan motivasi menulis, biarkan mengalir hingga menjadi suatu tradisi bahwa menulis akan bisa mengurangi kepikunan dini". Semakin sering menulis, maka akan semakin terlatih dalam menuangkan goresan-goresan ide yang nantinya bisa bermanfaat bagi siapa pun pembaca. Karena sesungguhnya penikmat utama tulisan kita selain penulis adalah pembaca itu sendiri.

Demikian yang bisa saya jadikan resume pada kuliah Belajar Menulis Gelombang 15 tadi malam, semoga menjadi awal yang baik untuk memulai jadi penulis.

Ayo Menulis bareng Penulis Hebat. 


 







Bang Regar
Bang Regar Mentor - Educator - Writer

18 komentar untuk "Menulislah...Supaya Tidak Pikun Dini"

  1. Balasan
    1. Terimakasih sudah berkunjung,bu.

      Salam literasi.

      Hapus
  2. Resumenya lengkap... Mantap... Silakan BW jg ke blog saya ya di https://lilisernayulianti.blogspot.com. Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih sudah berkunjung,bu.
      Baik, bu.

      Salam literasi.

      Hapus
  3. Keren nih, pak banyak referensi untuk saya dari blog bapak

    BalasHapus
  4. Keren pak, banyak yang saya baca dari blog bapak

    BalasHapus
  5. Isi resumenya sangat bagus, sangat menginspirasi
    Penataan Blognya juga sangat bagus. Saya harus banyak belajar lagi dari bapa.
    Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih sudah berkunjung, bu.
      Mari sama-sama belajar menggoreskan kisah menjadi catatan literasi.

      Hapus
  6. 1. Bagus sekali tulisan pak jonter, banyak referensi untuk saya

    BalasHapus
  7. bagus sekali pak, banyak referensi untuk saya

    BalasHapus
  8. Bagus sekali pak, banyak referensi untuk saya

    BalasHapus
  9. keren resume nya ada riwayat pelatihannya juga bisa jadi bahan referensi nich

    BalasHapus
  10. menulis resume butuh waktu, pemikiran dll... keren resume nya

    BalasHapus