Kiat Menulis menjadi Bukan Guru Biasa

Pelatihan belajar menulis bareng Om Jay malam ini punya kesan tersendiri lho, menarik untuk di kupas pada resume kali ini. 
Mau tahu?, ayo ikutan berselancar bareng di tulisan ini.


Tidak ada seorang penulis yang langsung besar, semuanya berawal dari penulis kecil. (Cikgu Tere)



Prestasi sebagai Eksistensi dan Kepiawaian 

Narasumber kali ini, Jumat (30/10/2020) ditemani oleh Theresia Sri Rahayu, S.Pd.SD, sering akrab dipanggil Cikgu Tere. Cikgu Tere yang lahir 36 tahun silam merupakan seorang guru SD di salah satu sekolah di Kabupaten Sumba Tengah, tepatnya di SD Negeri Waihibur, Nusa Tenggara Timur. Wah ternyata sangat jauh dari Sumatera, mungkin pada masanya bisa terbang kelayapan kesana.hehe.

Membaca biografi beliau, bakalan wow deh, kaya akan prestasi membanggakan yang pasti bisa membuat iri siapa saja. Berikut ini sederatan prestasi yang beliau torehkan, diantaranya:
  1. Juara 1 Guru Berprestasi tingkat Kecamatan Padalarang - Kab. Bandung Barat tahun 2014.
  2. Juara 1 Olimpiade Guru Nasional tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2018.
  3. Finalis Lomba Olimpiade Guru Nasional tahun 2018.
  4. Blogger Inspiratif dari Ikatan Guru TIK PGRI dengan Penerbit ANDI Yogyakarta tahun 2020.
  5. Penulis Buku "Belajar Semudah KLIK, Membangun Ekosistem Ubiquitous Learning dalam Konsep Merdeka Belajar" tahun 2020.
  6. Dan masih banyak yang lainnya.
Luar biasa bukan??

Orang yang meraih prestasi berarti memiliki tempat yang layak untuk diakui dan dipertimbangkan. Banyak tokoh yang memiliki segudang prestasi baik dalam event lomba lokal, regional, bahkan sampai tingkat dunia. Satu hal yang harus kita yakini bahwa semakin bagus karya yang dihasilkan, eksistensi dan kepiawaian akan dikenang.

Dalam paparan awal materi yang disampaikan Cikgu Tere, beliau merupakan seorang guru yang kebingungan dalam menulis. Sampai pada akhirnya, beliau bergabung di WAG pelatihan belajar menulis bareng Om Jay di gelombang ke-4.
 
Cikgu Tere pastinya akan membuka mata lebar bahwa banyak manfaat yang akan dituai seperti bekal dan kiat keterampilan menulis. Dengan adanya arahan dan bimbingan, Cikgu Tere mulai terbiasa untuk menulis.

Pengalaman yang dimiliki oleh Cikgu Tere, tak segan dibagikan beliau kepada peserta yang sudah antusias menantikan pemaparannya. 

Menurut Cikgu Tere (tapi bukan penulis Tere Liye), guru luar biasa atau bukan guru biasa pantas disematkan pada guru-guru yang tidak gampang menyerah pada keadaan. Termasuk dalam masa pandemi Covid saat ini. 

Bukan guru biasa akan menemukan hikmah dibalik semua masalah. Semisal dengan adanya pandemi yang memaksa pembelajaran daring, hikmahnya menjadikan guru lebih dekat dengan teknologi. Terampil menyelenggarakan kelas online. Bahkan bisa menjadi inspirasi atau penggerak bagi guru lain.

Banyak hal yang bisa menjadikan seorang guru menjadi bukan guru biasa. Salah satunya adalah dengan terus mengupgrade kemampuan menulis sampai bisa menghasilkan sebuah karya yang direpresentasikan dalam sebuah buku. Atau akan lebih baik lagi jika tulisan-tulisan yang dihasilkan bisa menjuarai beragam perlombaan.

Berikut beberapa catatan terkait kegiatan menulis yang perlu kita perhatikan bersama supaya memudahkan dalam mengasah keterampilan menulis.

Proses Menulis

Menulis memang bukanlah sesuatu hal yang mudah dikerjakan, banyak proses yang harus kita lalui. Proses tersebut bisa melibatkan jam terbang, konsistensi, dan kesadaran diri masing-masing.

Siapkan Jam Terbang
Jam terbang yang dimaksudkan adalah konsistensi kita untuk terus menulis dimana saja, kapan saja, dan bagaiamanapun caranya. Intinya adalah bagaimana kita mengatur dan menghandle proses menulis tersebut.

Kesadaran Diri Masing-masing
Menulis harus benar-benar dari hati kita sendiri, tidak ada yang bisa memaksakan untuk harus menulis. Ketika kita sudah memulai menulis, maka menulislah, lanjutkan apa yang sudah dimulai dan jangan pernah menangguhkan hal tersebut. 

Tentukan Jadwal
Jika kita benar-benar berminat menulis, kita harus memaksa waktu untuk menulis/menyediakan jadwal, bisa 1 jam sebelum tidur, ataupun waktu lain yang dapat digunakan untuk menulis.

Tantangan Menulis: Writer Block dan Mood

                     Saat Writer Block
melanda 

Writer block merupakan kondisi utama terkait dengan penulisan, dimana seorang penulis kehilangan kemampuan untuk menghasilkan karya baru atau mengalami perlambatan kreatif. 

Hilangnya kemampuan untuk menulis dan menghasilkan karya baru ini bukanlah hasil dari masalah komitmen atau kurangnya keterampilan menulis. Writer block sering terjadi bagi penulis yang termasuk kategori mengandalkan mood/suasana hati. 

Menulis tidak memerlukan mood, jika ketergantungan akan mood pastinya tulisan akan stuck/stagnan, diam ditempat. Mood bukanlah modal dalam menulis, tetapi seperangkat alat tulis manual dan bisa saja menggunakan media digital.

Untuk mengatasi writer block, kita dapat mengatasinya dengan terlebih dahulu mengenali penyebabya. Apakah dari internal penulis sendiri atau dari eksternal. Ketika sudah mengetahui penyebabnya, maka akan lebih mudah mencari solusinya.

Jika penyebabnya dari internal penulis, dalam hal ini adalah "mood", maka kita atasi dengan membuat jadwal menulis sehingga akan terpacu untuk menulis.

Dan apabila adanya faktor eksternal "suasana menulis tidak mendukung", bisa kita lakukan dengan menciptakan suasana menulis yang diinginkan dan mengenali gaya menulis.

Alasan untuk Terus Menulis

Ada beberapa alasan yang bisa menjadi pemicu kita untuk terus menulis. Beberapa alasan tersebut diantaranya:

Menulis sebagai Hobi
Menulis bisa kita jadikan hobi apabila kita terus melakukannya berulang dan memang karena kita menyukainya. Hobi bukanlah sesuatu yang dipaksakan, tetapi sebagai sesuatu yang diminati.

Meningkatkan skill menulis
Bagi pemuladalam dunia menulis, memang diperlukan teknik tertentu dalam menulis. Jika kita terus melakukan upgrade skill, maka kita akan termotivasi untuk terus mengasah kemampuan menulis.

Media ekspresi diri
Beragam cara sebenarnya yang dapat kita lakukan dalam mengekspresikan diri. Salah satu diantaranya adalah dengan menulis, menulis bisa menjadi media dalam menyampaikan ide yang produktif dalam benak. Kita bisa mengeksplor seluas-luasnya tanpa ada batasan apapun.

Media meraih prestasi
Konten yang ada di dalam blog bisa bersaing dengan konten yang beredar di media sosial lainnya, layaknya video youtube. Sebagai contoh wujud apresiasi yang saya peroleh adalah menjadi salah satu Instruktur Nasional Kanal SAGUSABLOG (Satu Guru Satu Blog) IGI. 

Blog yang saya kelola ini sebagai wujud dedikasi untuk berbagi ilmu blogging kepada siapa saja, terutama peserta pelatihan sagusablog, dan kini juga dijadikan sebagai referensi penunjang materi pelajaran di beberapa sekolah.

Mulailah Menulis dari Blog

Blog bisa kita jadikan sebagai salah satu media untuk menuangkan ide-ide yang bisa dihasilkan setiap hari. Tuliskan apa saja yang muncul dan terketikkan pada dasbord postingan blog. Tidak ada yang melarang, karena blog merupakan salah satu situs yang bisa dinikmati secara pribadi. 

Bagi guru, blog akan sangat membantu dalam menyimpan file materi pembelajaran, administrasi sekolah, dan sebagai media yang bisa diintegrasikan untuk menampilkan game pembelajaran yang interaktif seperti teka-teki silang, cari kata, Hangman, dan sebagainya. 

Selain hal tersebut, guru bisa juga berbagi cerita pengalaman mengajar, mengamati kondisi kelas dengan beragam karakter peserta didik, dan cerita unik lainnya yang bisa disarikan pada blog tersebut.

Informasi yang disediakan di blog guru, bisa dinikmati para siswa, rekan guru dan pihak-pihak yang membutuhkan sumber referensi penunjang. Hal ini bisa menjadi kepuasan tersendiri yang tidak bisa dikalkulasikan secara matematika, tetapi dinikmati dengan hati.

"BLOG adalah Identitas, Menulis di BLOG jauh lebih keren daripada menulis di Media Sosial"

Tulisan tersebut akan menjadi bukti jejak digital, bahwa guru bisa menjadi luar biasa dengan bantuan IT dan berkontribusi dalam berbagi ilmu (sharing and growing together)

Cikgu Tere juga mengatakan bahwa dengan rajin menulis di blog, keterampilan menulis akan terus terasah dan suatu saat akan berbuah manis, kita bisa menikmati hasil yang tak terduga.

Jadi apalagi yang harus kita tunggu...mulailah rajin menuangkan ide di blog. Manatau ketularan virus prestasi Cikgu Tere.

Kiat Menulis dan Menerbitkan Buku

Agar bisa menulis buku, Cikgu Tere berbagi kiat khusus IDOLA. IDOLA adalah singkatan jitu rangkuman kiat menulis buku, seperti pada penjabaran berikut:
I    : Identifikasilah topik-topik menarik untuk dijadikan isi buku.
D   : Daftar semua judul yang tepat dan mengundang rasa penasaran.
O   : Outline terperinci sebagai garis besar isi buku dan memudahkan pengembangannya.
L   : Lanjutkan menulis isi per bab.
A  : Atur kembali layout sesuai permintaan penerbit.

Selain kiat menulis buku, ada juga beberapa tips untuk menerbitkan buku di penerbit mayor sesuai arahan Cikgu Tere.
Berpikir Positif.
Fokus pada tujuan/Tetapkan target yang akan dicapai.
Maksimalkan Potensi.
Miliki Mindset Pembelajar.
Ciptakan Lingkungan yang Mendukung.

Diakhir kelas malam ini, sepertinya angin berhembus merasuk ke dalam kalbu.
Untaian kata penutup mengajak mata untuk beranjak rebahan.

Menjadi PENULIS adalah sebuah jalan yang mulia, dan ditapaki dengan penuh keyakinan.
Pantaskanlah diri menjadi "BUKAN GURU BIASA", dengan selalu BELAJAR, BERKARYA, dan BERBAGI.

Sekarang pilihan ditangan anda, mau jadi guru biasa atau jadi guru luar biasa. Jika mau jadi bukan guru biasa, ayo terus berkarya dan berprestasi salah satunya dengan tulisan - tulisan yang kita buat. 

Semoga bermanfaat. 

20 Responses to "Kiat Menulis menjadi Bukan Guru Biasa"

  1. Bang Regar ..yaa ampuunn.. kereenn

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih sudah berkunjung ya,Bu.

      Sama sama semanga menulis ya.

      Delete
  2. Tulisan resumenya sangat menarik, lengkap dan mudah sekali dipahami. Tampilan blog juga eyecatching banget. Sukses selalu Bang Regar....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih sudah berkunjung, Bu.
      Mari sama-sama menulis dan menyebarkan virus literasi

      Hehe

      Delete
  3. Replies
    1. Terimakasih sudah berkunjung, pak.
      Boleh pak, bisa sharing.
      Tinggal atur waktu.
      Hehe

      Delete
  4. Waduuhhh ... Ini bukan hanya isi resumenya yg keren. Layoutnya juga juara. Boleh donk sharing cara buat layout blognya, Bang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih sudah berkunjung, Bu.
      Ada kebahagiaan tersendiri dikunjungi oleh ibu.
      Hehe

      Boleh bu, bisa diatur waktunya untuk sharing layout nya Bu.
      🙂🙏

      Delete
  5. Penataan background pada point-point utama menjadi penegas tersendiri resume dari bang regar. Selebihnya mantap dan keren ....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih sudah berkunjung, pak.
      Sama-sama menulis

      Delete
  6. Iiiich.. Resume pk Jonter bagus banget. Tampiannya juga owesome.... Jempol dech.
    Mksh sdh jd inspirasi buat sy

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih sudah berkunjung, Bu.
      Semoga bisa sama2 berbagi ilmu dalam menulis.

      Delete
  7. Blognya keren, tulisannya bagus. Saya sedikit nyontek yah..hehe

    ReplyDelete
  8. Wiih kerrrren bngt, resumenya bagud tsmpilan blognya juga ok bangeet

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih sudah berkunjung, bu.

      Masih tahap belajar juga.

      Delete

1. Berkomentar dengan bijak dan sopan.

2. Tidak boleh spam.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel