Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Segala Sesuatu Dimulai dengan KATA

Kuliah Belajar Menulis Gelombang 16 kali ini akhirnya dibuka oleh Om Jay, dan disambut gayung oleh Bu Aam Nurhasanah sebagai moderator, dan pastinya tidak kalah penting adalah sang narasumber, Pak Abdul Hakim Busro. Para peserta sangat antusias mendengarkan penjelasan dari Pak Abdul dengan materi yang unik, “KATA adalah SENJATA”. Oleh karena itu, kita kupas pemaparan beliau pada kuliah perdana malam ini.

Source gambar: (Klik Disini)

KATA adalah Senjata     

              “ Segala sesuatu itu harus dimulai dari KATA ”

Kita selalu menyampaikan segala sesuatu yang ada di benak baik ketika meluapkan emosi, ide ataupun respon, dan bahkan pada saat berinteraksi dengan keluarga dan lingkungan sekitar, tetap menggunakan kata. Tanpa kata, akan diam seribu bahasa.

Kata adalah senjata, dengan kata kita bisa memberikan luka, dengan kata kita bisa berkreasi dengan banyak hal seperti  menulis puisi, cerita, menulis buku, apapun itu bisa dibuat dengan kata.
Kata sebagai senjata bukan hanya sebagai kiasan saja, dengan kata hal yang sepele akan menjadi besar apabila penempatannya sesuai.

Menguasai Kosakata akan Berimplikasi Positif

Setiap kepala menyimpan beribu kosakata yang berbeda-beda. Mereka yang terbiasa membaca, menulis, dan berbicara pastinya akan memiliki jumlah kosakata yang lebih banyak dibandingkan yang tidak suka membaca. Salah satu cara untuk menambah kosakata yaitu dengan membaca.

“Membaca adalah Gerbang Utama sekaligus Kunci Pembuka bagi yang ingin menggenggam keberhasilan” (Abdul Hakim Busro)

Dengan membaca kita akan memperoleh beragam hal yang sangat berharga, diantaranya:

  1. Membuat otak tetap aktif dan bereaksi melakukan fungsinya dengan baik. Rajinlah dan sering membaca untuk meningkatkan kesehatan otak supaya tetap aktif dan berjalan sesuai tupoksi-nya. :D
  2. Memperkuat kemampuan berpikir dan analisis.
  3. Menambah wawasan dan jumlah perbendaharaan kata (kosakata) yang terekam dalam memori kita.

Sejarah juga telah mengatakan bahwa banyak orang hebat lahir dari orang-orang yang rajin membaca. Orang hebat saja rajin membaca..kita juga harus ikuti teladan dari orang-orang hebat tersebut. Membaca tidak akan merugikan kita, selagi bacaan tersebut adalah hal-hal yang positif. 

Keterampilan Menulis

Ketika ingin menjadi seorang penulis yang baik, kita perlu mengaktifkan kosakata lebih banyak lagi. Dengan penguasaan kosakata akan berimplikasi positif bagi keterampilan menulis dan berbicara sehingga akan dihasilkan komunikasi yang efektif. Keterampilan menulis akan semakin baik apabila kita sering merangkai kata dengan tidak mengesampingkan diksi yang tepat sehingga akan menjadi kalimat runtut dan bermakna di dalam suatu tulisan yang menarik pula. 

Selain itu keterampilan menulis juga ditunjang dari kemampuan kita dalam membaca, baik dalam arti sempit maupun arti luas. Dalam arti luas, biasanya membaca diidentikkan dengan buku atapun bahan ajar, sedangkan membaca dalam arti luas adalah melihat kondisi, peluang yang ada di lingkungan sekitar bahkan apapun peristiwa yang terjadi boleh kita goreskan sebagai tulisan. Karena perlu kita tekankan bersama, sebagus apapun keinginan kita untuk menjadi penulis jika tidak dibarengi dengan kemauan membaca maka hal tersebut akan sia-sia, ide atau referensi akan terbatas. Oleh karena itu, ketika kita membaca lakukanlah secara rutin dan teratur, biarkan waktu menjawab hasil yang akan kita tuai kelak.

Tips Membaca

Telah disebutkan diatas, supaya kemmapuan menulis itu tumbuh dan terpupuk dengan baik, maka kita harus memulainya dengan cara wajib membaca. Nah dalam membaca, diperlukan teknik yang memang harus kita pahami supaya kegiatan membaca yang kita lakukan itu efektif. Beberapa tips membaca yang bisa kita terapkan yaitu:

  1. Wajib memiliki buku sebagai bahan bacaan.
  2. Tentukan tujuan membaca yang akan dilakukan.
  3. Fokus terhadap poin isi bacaan yang menjadi tujuan membaca, bukan berarti bagian yang lainnya tidak penting, bisa saja bagian yang lain tersebut menjadi pendukung dari poin bacaan kita.
  4. Catat bagian yang kurang kita pahami, bagian tersebut bisa kita cari maknanya dari sumber lain.
  5. Lakukan berulang jika masih penasaran.

“Janganlah takut untuk mulai menulis, tuangkan semua yang ada dibenak. Mulailah dengan satu kata, rangkai kata menjadi kalimat yang lebih bermakna”


    Salam literasi.



Bang Regar
Bang Regar Mentor - Educator - Writer

14 komentar untuk "Segala Sesuatu Dimulai dengan KATA"

  1. MantabπŸ‘πŸ‘
    Tertarik dengan tampilan blog nya yang kereen...
    Mau lho diajariπŸ˜ŠπŸ™

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih sudah berkunjung Bu.

      Siap membantu kalo belajar sama2.πŸ™

      Hapus
  2. Gaya bahasanya saya suka...sy pengin kaya gitu tapi masih berasa kaku..smg kedeoan bisa ikutan lembut dan menarik dalam merangkai kata

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih sudah berkunjung Bu.
      Sama2 belajar menulis dan merangkai kata sebagai senjata

      Amin.

      Hapus
  3. Wah...Pak lama nian kucari ni kolim. Terpasa buka di laptop baru bisa. Tulisannya runtut komplete. Semangat terus dan saling menyemangati yaa bu Astuti Sipanawa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kadang kalo dari hp, memang tdk muncul bu.
      Semangat Bu, sudah mau berkunjung πŸ™

      Sama2 menyemangati ya Bu.

      Hapus
  4. Alhamdulillah, akhirnya bisa ikut berkomentar juga di blog ini. Hem, secara umum sudah bagus. Namun, masih ada yang perlu diperbaiki, boleh ya:
    1. Kita selalu menyampaikan segala sesuatu yang ada dibenak baik ketika meluapkan emosi, ide ataupun respon >> semestinya "di benak", bukan "dibenak". Sebab, awalan di- di situ sebagai kata depan.
    2. Setelah kalimat ini: Dengan membaca kita akan memperoleh beragam hal yang sangat berharga, di bawahnya pada poin satu, "supaya tetap aktif" antara supaya dan tetap spasinya jangan terlalu jauh.
    3. Dalam arti luas, biasanya membaca di identikkan dengan buku >> seharusnya "diidentikkan" sebab menjadi satu bagian kata.

    Tetap semangat menulis untuk kebaikan!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih pak atas koreksi nya.
      Ternyata ada beberapa yg kurang tepat pengetikannya.

      Super sekali.

      Hapus
  5. Semakin rajin membaca semakin banyak kosakata yang diserap sehingga bisa menuangkan pikiran, pengalaman atau isi hati lewat tulisan.

    BalasHapus